Kelas Perdana : Edukasi Kopi di Rumah Kopi Mukidi Temanggung

Kelas Perdana : Edukasi Kopi di Rumah Kopi Mukidi Temanggung, untuk kelas perdana ini dihadiri oleh rekan-rekan petani dari daerah Kandangan yang terkenal dengan koleksi kopi robustanya.



Pak Mukidi selaku mentor dalam edukasi kopi di Rumah Kopi Mukidi kali ini menyampaikan beberapa point tentang kopi.

Point pertama yang disampaikan adalah tentang Konsep petani Mandiri, penekanan di sini adalah Petani harus membuat himpunan yang nantinya bisa menyokong kekuatan ekonomi petani.

Point kedua tentang budidaya tanaman kopi, terkait dengan pola tanam, cara pemilihan bibit kopi, proses penanaman, pemeliharaan tanaman kopi sampai pada proses panennya.



Point ketiga tentang pengolahan pasca panennya, bagaimana memperlakukan biji kopi dengan baik diawali dengan panen kopi yang harus petik merah (cherry), proses pasca panen bisa dengan proses basah maupun dengan proses natural.

Point keempat adalah memilah dan membuat klasifikasi biji kopi ( Grading ) sehingga menghasilkan biji kopi kualitas terbaik dengan harga yang kompetitif yang tentunya ini yg akan meningkatkan nilai ekonomi dan berdampak pada meningkatnya ekonomi petani.

Point kelima adalah tahapan akhir yaitu tata niaga, bagaimana kopi temanggung bisa dijual dan bersaing dipasaran dengan produk-produk kopi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Peserta edukasi kopi diajari cara melakukan sortasi biji kopi, proses sangrai ( roasting ) dan juga Cupping yaitu tes rasa dari kopi.



Pada kesempatan kali ini, proses cupping kopi dilakukan dengan membuat kopi tubruk arabica dari Lereng Sindoro ( Tlahap ) dan dari Lereng Sumbing yaitu Wonotirto.



Adapun edukasi kopi perdana ini akan berlangsung selama tiga hari yaitu dari tanggal 1 Februari - 3 Februari 2016 yang berlokasi di Rumah Kopi Mukidi Jambon Gandurejo Bulu Temanggung.

Info tentang edukasi kopi bisa kontak via email : kopimukidi@gmail.com atau mention di akun sosial media @kopimukidi @mukidi5758

Komentar

  1. Problem klasik kopi adalah tidak adanya harga pembanding lain. Artinya kopi yang diproses sesuai standar maupun asalan tetap memiliki satu harga. Menurut hemat saya jika ada pasar pembanding untuk produk kopi yang terstandar speciality,petani berkenan untuk memperbaiki proses pasca panennya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer