Varietas dan Persilangan tanaman kopi - lanjutan

Varietas dan Persilangan Tanaman Kopi - lanjutan dari postingan sebelumnya yaitu mengenal kopi dan varietasnya.

berikutnya ada paparan tentang lanjutannya :

Phylum: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Rubiales
Famili: Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus: Coffea
Spesies: …..
Varietas atau cultivar berkembang dengan 2 cara;
1. Mutasi : Ada perubahan genetis secara mendadak, dan perubahan itu jadi permanen saat dikembangbiakan melalui biji. Contoh; Maragojipe, Pacas, Caturra dll.
2. Hibrida : Persilangan 2 varietas ataupun species baik secara alami atau disengaja manusia. Bisa sesama species (intraspecific) ataupun lintas species (interspecific).
Varietas indukan arabika: Typica & Bourbon
1. Typica
Kopi dipercaya berasal dari Ethiopia, dengan varietas yang kemudian dikenal dengan nama Typica. Dalam bahasa latin berarti ‘umum’ atau ‘tersebar secara luas’.
Peradaban Eropa mengenal kopi pertama dari Yaman
Eropa membawa kopi ke Hindia Belanda dari Malabar, India Selatan, dikembangkan di Pulau Jawa
Tahun 1706 dengan kopi dari Jawa Belanda mematahkan dominasi Arab menyuplai kopi ke Eropa
Dikembangkan ke koloni Eropa lain; Pulau Bourbon (kini Reunion) dan Amerika Latin (Mexico, El Savador, Brasil, Panama, Suriname, dll)
Nama lokal Typica
Pluma Hidalgo (Mexico), San Ramon & San Bernardo (Brasil), Kent & Chickumalgur (India), Jamaica Blue Mountain (Jamaika), Kona (Hawai), Bergandal/Garundang (Sumatra), Jowo (Jawa), Blawan Pasumah (Ijen), Geisha (ditemukan di Abyssinia [selatan Ethopia] 1931), USDA (bantuan US Departemen of Agriculture ke ICCRI 1956).
2. Bourbon
Saat ditanam di Pulau Bourbon mulai tahun 1715, Typica bermutasi menghasilkan pohon yang lebih pendek, 20% – 30% lebih produktif dan rasa yang lebih manis dibanding Typica. Cabang primer Bourbon lebih sedikit dibanding Typica, namun punya cabang sekunder yang lebih banyak. Buah relatif lebih kecil, lebih padat dan matang lebih cepat; berisiko rontok saat hujan atau berangin.
Nama lokal Bourbon.
Tekisic, Chocola, Yellow Bourbon, Orange Bourbon, French Mission, Pacas

Mutasi & Persilangan


- Maragojipe : Mutasi Typica di Brasil yang menghasilkan buah, daun, pohon, biji yang serba lebih besar (1860).
- Catura : Mutasi Bourbon di Brasil. Tanaman lebih pendek; jarak antar node dekat (1935).
- Mundo Novo : Persilangan alami Typica (Sumatra) & Bourbon. Jadi lebih produktif dan kebal penyakit karat daun (1920).
Pacas. Mutasi Bourbon di Santa Anna, El Savador (1949).
Tahun 1900 di kebun penelitian di Bangelan (selatan Malang), Dr. P.J.S. Cramer menemukan 11 varietas Coffee arabica, yaitu;
- Laurina
- mauritiana
- Murta
- Menosperma
- Mokka
- Purpurescens
- Variegata
- Angustifolia
- Erecta
- Maragojipe
- Columnari
Persilangan alami lintas species
- Hibrido de Timor : Persilangan alami Typica dan Robusta di Pulau Timor.
- Sigararutang / Ateng. Persilangan alamai HdT dan Bourbon di kebun milik Tengku Ibrahim Aman Samsir di Blang Gele, Aceng Tengah (1980).
- Lini S-288. Persilangan Typica dan Liberika.
- Onan Ganjang : Persilangan alami Lini S-795 dan Bourbon di Lintong (1980)
Tahun ’70 – ’80 berkembang teknik pemuliaan, seperti persilangan back cross. Menghasilkan varietas dengan konsistensi yang lebih baik (pada rasa, produktifitas dan resistensi pada penyakit).
- Catuai : Kawin silang Mundo Novo dan Yellow Catura.
- Pacamara. Hasil kawain silang Red Maragojipe dan Pacas di turunan ke 5 (F5) oleh ISIC (El Savador).
Contoh Coffea spesies lain
- Coffea canephora. Yang paling terkenal adalah pacamara beanvarietas robusta, ditemukan pertama oleh Emil Laurent tahun 1898 di Congo, kemudian dikembangkan di Laboratorium di Brussel. Tercatat masuk pertama ke Jawa tahun 1900.
Contoh Canephora lain;
- Madagaskar,
- Quillouensis,
- Stenophylla Paris.
- Coffea stenophylla. Ditemukan di Sierra Leone. Secara rasa sering disebut pesaing arabika, bahkan tak jarang yang menyebut melebihi. Namun masa tunggu hingga bisa panen terlalu lama.
- Coffea liberica. Tahun 1875 dibawa ke Indonesia dari Afrika untuk mengganti kopi arabika yang terkena wabah karat daun. Sempat populer di Indonesia sampai 30 tahun kemudian dijangkiti jamur. Daun, pohon, buah lebih besar, panjang dan tinggi dibanding arabika. Sangat cocok di iklim panas, biji masak tak jatuh dari pohon.
Contoh varietas;
- Abeokute,
- Dewevrei,
- Arnoldiana,
- Laurantii Gillet,
- Excelsa,
- Dybowskii,
- Lamboray,
- Wanni Rukula.
Coffea congensis / Persilangan lintas species :
- Catimor. Persilangan Catura dan Timor.
- Lini S-795 : Persilangan (back cross) Lini S-288 dan Kent (1940 di India, 1955 ke ICCRI Jember).
- P 88 : Hasil seleksi individual dari Catimor. Agak tahan dengan nematoda dan karat daun.
- Borbor : Hasil seleksi individual dari Timor. Tahan penyakit karat daun

Referensi:
– William H. Ukers, M.A., 1922. All About Coffee. The Tea and Coffee Trade Journal Company. New York
– P.J.S. Cramer, 1957. A Review of Literature of Coffee Reasearch in Indonesia. Inter-American Institute of Agricultural Sciences. Turrialba, Costa Rica
– Salvadorian Coffee Council. Exploring Distinctive Characteristics & Virtues of Coffee Varieties: The Bourbon & Pacamara Case.
– Counter culture coffee varieties

sumber tulisan facebook : Abu Bakar Attamimi

Komentar

Postingan Populer