Tentang Kami

Tentang Kami

Kamis, 23 April 2026

Short Course Green Grading Temanggung: Kenapa Skill Ini Jadi Kunci di Bisnis Kopi Modern?

Short Course Green Grading Temanggung: Kenapa Skill Ini Jadi Kunci di Bisnis Kopi Modern?

Di Balik Secangkir Kopi, Ada Proses yang Tidak Terlihat

Sebagian besar orang menilai kopi dari rasa. Asam atau pahit, ringan atau tebal. Namun sebelum kopi sampai ke tahap itu, ada satu fase krusial yang sering luput dari perhatian: pemilahan biji mentah—green grading.

Di Temanggung, sebuah pelatihan singkat mencoba mengangkat kembali aspek yang sering dianggap teknis ini menjadi kompetensi utama. Bukan sekadar keterampilan tambahan, tetapi fondasi dalam menentukan kualitas, harga, bahkan arah bisnis kopi itu sendiri.

Apa Itu Green Grading, dan Kenapa Penting?

Green grading adalah proses evaluasi fisik biji kopi sebelum disangrai. Ini mencakup:

  • Identifikasi cacat (defects)
  • Penilaian ukuran dan keseragaman
  • Kadar air dan kondisi fisik biji

Dalam standar industri, seperti yang digunakan oleh Specialty Coffee Association (SCA), jumlah dan jenis defect secara langsung memengaruhi grade kopi. Implikasinya jelas:

  • Lebih banyak defect → harga turun
  • Kualitas terjaga → harga naik
  • Konsistensi grading → kepercayaan buyer meningkat

Dengan kata lain, green grading adalah titik awal dari seluruh rantai nilai kopi.

Green Bean Temanggung
Supplier Green Bean Temanggung untuk Roastery Kualitas stabil untuk blend harian. Tersedia berbagai grade & proses pasca-panen siap kirim.
MOQ 30–50 kg Kapasitas Tonase Supply Kontinyu
Cek Stok & Kerjasama →

Kenapa Pelatihan Ini Relevan di Temanggung?

Temanggung dikenal sebagai salah satu sentra robusta terbesar di Indonesia. Namun seperti banyak wilayah produksi lainnya, tantangan utamanya bukan pada produksi, melainkan pada konsistensi kualitas.

Sebagian besar kopi masih:

  • Dipanen campur (tidak sepenuhnya petik merah)
  • Diproses dengan standar yang bervariasi
  • Dijual tanpa grading yang ketat

Akibatnya, potensi nilai sering tidak maksimal. Pelatihan seperti ini menjadi penting karena:

  1. Menghubungkan petani dengan standar industri
  2. Memberikan bahasa yang sama antara seller dan buyer
  3. Membuka peluang masuk ke pasar yang lebih premium

Format Pelatihan: Singkat, Tapi Terfokus

Program ini dirancang sebagai short course satu hari penuh. Format ini menarik, karena:

  • Tidak terlalu lama (efisien untuk pelaku usaha)
  • Fokus pada praktik langsung
  • Kapasitas kecil (high-focus session)

Dengan hanya sekitar 6 peserta, pendekatannya lebih mirip mentoring dibanding kelas besar. Ini memungkinkan diskusi lebih dalam, terutama pada kasus nyata yang sering ditemui di lapangan.

Materi: Dari Teori ke Praktik

Materi pelatihan tidak berhenti di pengenalan. Struktur pembelajaran mencakup:

1. Standar Grading Industri

Peserta diperkenalkan pada parameter yang digunakan secara global:

  • Full defect vs secondary defect
  • Screen size
  • Moisture content

Ini penting untuk menyelaraskan praktik lokal dengan standar pasar.

2. Identifikasi Defect Kompleks

Bagian ini biasanya menjadi titik paling krusial. Peserta belajar mengenali:

  • Black beans
  • Broken beans
  • Insect damage
  • Fermentation defect

Kemampuan ini tidak bisa hanya dari teori. Ia membutuhkan repetisi visual dan pengalaman langsung—yang menjadi inti dari pelatihan ini.

3. Pengantar Sample Roasting

Menariknya, pelatihan ini tidak berhenti di green bean. Ada pengantar ke sample roasting, yang berfungsi untuk:

  • Menghubungkan defect fisik dengan hasil di cup
  • Memahami bagaimana grading memengaruhi rasa

Ini menjembatani gap antara grader dan roaster—dua peran yang sering terpisah dalam praktik.

Dampak Langsung ke Bisnis

Pelatihan ini bukan hanya relevan untuk petani. Justru dampak paling terasa ada di pelaku bisnis:

Untuk Roastery:

  • Bisa membeli green bean dengan lebih presisi
  • Mengurangi risiko kualitas buruk
  • Meningkatkan konsistensi produk

Untuk Trader:

  • Lebih akurat dalam menentukan harga
  • Meningkatkan kredibilitas di mata buyer
  • Memperluas akses pasar

Untuk Owner Kafe:

  • Memahami kualitas bahan baku
  • Tidak bergantung sepenuhnya pada supplier
  • Bisa membangun positioning produk lebih kuat

Dalam konteks ini, green grading adalah alat kontrol kualitas—bukan sekadar prosedur teknis.

Biaya vs Nilai: Murah atau Mahal?

Dengan investasi sekitar Rp200.000 per peserta, pelatihan ini berada di titik yang relatif terjangkau. Namun jika dilihat dari perspektif bisnis:

  • Satu kesalahan beli green bean bisa jauh lebih mahal
  • Satu batch gagal roasting bisa menghabiskan margin
  • Satu keputusan grading yang tepat bisa meningkatkan harga jual

Artinya, nilai pelatihan ini tidak ada pada durasinya, tetapi pada dampak jangka panjangnya.

Eksklusivitas: Bukan Gimmick, Tapi Strategi

Pembatasan peserta (hanya 6 slot) sering dianggap sebagai strategi marketing. Namun dalam konteks pelatihan teknis, ini justru rasional. Green grading membutuhkan:

  • Observasi detail
  • Interaksi langsung dengan sampel
  • Feedback personal

Dalam kelas besar, ini sulit dicapai.

Kesimpulan: Skill Dasar yang Sering Diremehkan

Di industri kopi modern yang semakin kompetitif, diferensiasi tidak selalu datang dari hal besar. Justru sering berasal dari hal yang paling dasar—seperti kemampuan memilah biji kopi dengan benar.

Pelatihan green grading di Temanggung menunjukkan satu hal penting:
bahwa kualitas tidak dimulai dari roasting atau brewing, tetapi dari biji mentah itu sendiri. Dan bagi siapa pun yang serius di bisnis kopi, ini bukan lagi opsi tambahan—melainkan kebutuhan.



Sabtu, 14 Maret 2026

no image

Panduan Lengkap Membeli Kopi Temanggung Asli

Kopi dari Temanggung dikenal sebagai salah satu robusta terbaik di Indonesia. Banyak roaster, kedai kopi, hingga penikmat kopi rumahan mencari kopi ini karena karakter rasanya yang kuat, body tebal, dan aroma khas dari lereng Gunung Sumbing dan Sindoro.

Namun di pasaran tidak semua kopi yang dijual benar-benar berasal dari Temanggung. Campuran dengan kopi dari daerah lain cukup sering terjadi. Karena itu penting memahami cara memilih dan membeli kopi Temanggung yang benar.

Artikel ini membahas panduan lengkap agar Anda bisa mendapatkan kopi Temanggung asli dengan kualitas terbaik.


Mengenal Ciri Khas Kopi Temanggung

Sebelum membeli, penting mengetahui karakter khas kopi ini.

Aroma
Aroma robusta Temanggung cenderung kuat dengan nuansa cokelat dan sedikit earthy.

Body
Teksturnya tebal dan pekat sehingga sangat cocok untuk kopi tubruk maupun espresso blend.

Aftertaste
Biasanya meninggalkan rasa pahit yang bersih dengan sedikit rasa manis alami.

Karakter inilah yang membuat robusta Temanggung sering digunakan oleh banyak roastery untuk membuat house blend.


Jenis Kopi Temanggung yang Dijual di Pasaran

Saat mencari kopi Temanggung, Anda akan menemukan beberapa bentuk produk.

1. Green Bean

Biji kopi mentah yang belum disangrai. Biasanya dibeli oleh roastery atau kedai kopi yang ingin melakukan roasting sendiri.

2. Roasted Bean

Biji kopi yang sudah melalui proses roasting dan siap digiling.

3. Kopi Bubuk

Produk yang sudah digiling dan siap diseduh.

Untuk kualitas terbaik, banyak pecinta kopi memilih membeli roasted bean atau green bean agar aroma tetap segar.


Cara Membedakan Kopi Temanggung Asli

Ada beberapa cara sederhana untuk mengenali kopi Temanggung yang asli.

1. Perhatikan asal kebun
Penjual biasanya mencantumkan daerah seperti lereng Gunung Sumbing atau Sindoro.

2. Cek bentuk biji kopi
Robusta Temanggung cenderung berukuran sedang dengan warna hijau kecoklatan pada green bean.

3. Aroma setelah digiling
Aroma robusta Temanggung biasanya sangat kuat dan khas.

4. Tanyakan proses pengolahan
Sebagian besar menggunakan proses natural atau semi wash.


Tempat Membeli Kopi Temanggung

Saat ini kopi Temanggung bisa dibeli melalui beberapa jalur.

Langsung dari petani atau koperasi
Biasanya tersedia dalam bentuk green bean.

Marketplace
Banyak toko menjual kopi Temanggung di platform online.

Roastery atau distributor kopi
Pilihan terbaik jika Anda ingin kualitas yang sudah diseleksi.

Bagi pembeli di Jawa Barat dan Jakarta yang ingin mendapatkan kopi Temanggung untuk konsumsi rumah atau usaha, Anda juga bisa membaca panduan tempat membeli kopi Temanggung di Cianjur melalui distributor lokal Cianjur pada tautan berikut.

Distributor lokal biasanya sudah melakukan seleksi kualitas sehingga biji kopi yang dijual lebih konsisten.


Tips Membeli Kopi Temanggung Berkualitas

Beberapa tips berikut dapat membantu mendapatkan kopi terbaik.

Pilih penjual yang transparan
Penjual yang baik biasanya mencantumkan asal kebun dan proses pengolahan.

Perhatikan tanggal roasting
Untuk roasted bean, pilih yang disangrai dalam 2–3 minggu terakhir.

Beli dalam jumlah kecil dulu
Jika belum pernah mencoba, sebaiknya beli 100–250 gram terlebih dahulu.

Perhatikan ulasan pembeli
Review dari pembeli lain bisa menjadi indikator kualitas.


Kenapa Banyak Kedai Menggunakan Kopi Temanggung

Robusta Temanggung sering dipilih oleh kedai kopi karena beberapa alasan.

• Body yang kuat
• Harga relatif stabil
• Cocok untuk kopi susu
• Mudah dipadukan dengan arabika dalam house blend

Karakter ini membuat kopi Temanggung sangat populer di kalangan roaster dan barista.


FAQ

Apakah kopi Temanggung selalu robusta?

Sebagian besar kopi Temanggung adalah robusta, meskipun ada beberapa kebun arabika di dataran tinggi.

Apakah kopi Temanggung cocok untuk espresso?

Ya. Body yang tebal membuatnya sering digunakan sebagai base espresso blend.

Berapa harga kopi Temanggung?

Harga tergantung kualitas dan bentuk produk. Green bean biasanya lebih murah dibanding roasted bean.

Apakah kopi Temanggung cocok untuk kopi tubruk?

Sangat cocok karena karakter pahitnya kuat dan aromanya pekat.


Kesimpulan

Membeli kopi Temanggung yang asli membutuhkan sedikit pengetahuan tentang karakter biji kopi, asal kebun, dan proses pengolahannya. Dengan memahami ciri khasnya, Anda bisa mendapatkan kopi berkualitas yang benar-benar mencerminkan cita rasa Temanggung.

Baik untuk konsumsi pribadi, usaha kedai kopi, maupun roastery, kopi Temanggung tetap menjadi salah satu robusta paling dicari di Indonesia.

Rabu, 16 April 2025

Ketika Pejabat Negara Menyeruput Robusta Temanggung

Ketika Pejabat Negara Menyeruput Robusta Temanggung

 


Pagi itu, suasana Rumah Kopi Temanggung sedikit berbeda. Aroma kopi tetap menggoda seperti biasa, tapi ada getar harap yang terasa di udara. Kami akan kedatangan tamu istimewa—Pak Dirjen Dukcapil Kemendagri, sosok penting dalam sistem kependudukan Indonesia.

Tak banyak basa-basi, beliau langsung duduk di kursi kayu yang sederhana, menerima secangkir kopi Fine Robusta Temanggung yang kami seduh dengan penuh hormat. Suasana hening sejenak, hanya ada suara desiran angin dan percikan air panas di gelas.

Setelah satu-dua teguk, beliau tersenyum. Lalu berkata:

"Kopi ini tidak hanya enak. Ia punya karakter. Kuat tapi halus. Seperti tanah Temanggung sendiri."

Bagi kami, kalimat itu lebih dari sekadar pujian. Ia adalah validasi. Bahwa hasil kerja keras para petani di lereng Sindoro dan Sumbing—yang menanam, memanen, dan mengolah kopi ini—layak mendapat tempat di meja siapa pun, bahkan pejabat tertinggi sekalipun.


Kopi Sebagai Jembatan

Kunjungan ini bukan hanya seremoni. Ia menjadi bukti bahwa kopi bisa menjembatani banyak hal:

  • Dari desa ke kementerian.

  • Dari ladang ke ruang pengambilan keputusan.

  • Dari tangan petani ke tangan pemimpin negeri.

Pak Dirjen tak hanya mencicipi, tapi juga menyampaikan apresiasi atas komitmen kami dalam menjaga mutu, identitas, dan semangat lokal dalam tiap produk. Beliau bahkan menyarankan agar kopi Temanggung terus didorong ke pasar nasional—bahkan internasional—dengan tetap mempertahankan akarnya.


Mengangkat yang Terpinggirkan

Sering kali kita mendengar nama-nama besar dalam dunia kopi: arabika dari Ethiopia, espresso Italia, cold brew Amerika. Tapi hari ini, Fine Robusta Temanggung mendapat panggungnya sendiri.

Kami percaya, selama ini yang dibutuhkan kopi lokal bukan hanya kualitas—karena kualitasnya sudah terbukti—tapi juga pengakuan. Dan hari ini, kami menyaksikan secercah cahaya ke arah itu.


Penutup: Dari Kopi untuk Negeri

Kami ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Pak Dirjen Dukcapil atas kunjungannya. Kehadiran beliau memberi semangat baru, bukan hanya bagi Rumah Kopi Temanggung, tapi bagi seluruh petani dan pelaku UMKM kopi di Indonesia.

Semoga ini bukan hanya secangkir kopi,
Tapi awal dari kolaborasi panjang—untuk kopi, untuk petani, dan untuk negeri.

☕️
Tim Rumah Kopi Temanggung
— karena kopi yang baik harusnya terasa dari hati hingga ke kebijakan.

Jumat, 11 April 2025

no image

Petani Kopi: Penjaga Rasa, Tapi Paling Terlupakan

Kita sering merayakan kopi: aromanya, rasanya, teknik seduhnya, bahkan estetika cangkirnya. Tapi, ada satu sosok penting yang nyaris selalu luput dari sorotan — petani kopi.

Di pegunungan, jauh dari keramaian kedai kopi, para petani bekerja dalam diam. Mereka menanam, merawat, dan memanen biji-biji kopi yang nantinya jadi espresso favorit kita. Tapi tahukah kamu bahwa dari setiap cangkir kopi seharga Rp30.000, petani kadang hanya menerima kurang dari Rp2.000?

Angka ini bukan hanya soal ketimpangan ekonomi, tapi juga soal keadilan.
Karena tanpa petani, tidak akan ada kopi.


Mengapa Petani Selalu di Ujung?

Beberapa alasannya:

  • Mereka menjual dalam bentuk green bean (biji mentah), yang harganya sangat rendah.

  • Rantai distribusi terlalu panjang, dari tengkulak ke roaster, lalu ke cafe.

  • Tidak banyak yang memiliki akses ke informasi harga pasar atau teknologi pengolahan pasca panen.

Ironisnya, saat kopi Indonesia mendunia dan makin dihargai sebagai produk premium, para petaninya masih bergulat dengan cuaca, hama, dan utang pupuk.


Lalu, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Sebagai konsumen, langkah kita mungkin kecil, tapi tetap berarti:

  • Beli kopi langsung dari petani atau roaster yang transparan soal rantai pasoknya

  • Dukung inisiatif perdagangan adil (fair trade)

  • Sebarkan cerita petani kopi lokal—biarkan mereka dikenal, dihargai, dan diberdayakan


Penutup

Kopi adalah pengalaman rasa. Tapi juga pengalaman hidup.
Dan di balik tiap rasa, ada kerja keras.
Maka mari kita tak hanya merayakan rasa, tapi juga menghargai siapa yang menciptakannya.

Di artikel selanjutnya, kita akan mengajakmu mengenal konsep traceability — jejak biji kopi dari ladang sampai gelas.
Mungkin setelah itu, kamu akan menyeduh kopi dengan lebih banyak kesadaran.

Ditulis oleh tohanasr

Kamis, 10 April 2025

Di Balik Aroma Kopi Nusantara: Antara Harapan dan Kenyataan

Di Balik Aroma Kopi Nusantara: Antara Harapan dan Kenyataan


Indonesia, salah satu produsen kopi terbesar dunia, tengah menghadapi paradoks. Di satu sisi, konsumsi kopi domestik terus naik—diproyeksikan mencapai 4,8 juta kantong pada 2024/2025. Cafe tumbuh di tiap sudut kota, anak muda mulai belajar menyeduh manual brew, dan kopi single origin makin digemari. Industri kopi terlihat menjanjikan.

Namun di sisi lain, petani kopi kita berada di ujung tanduk.
Fluktuasi harga kopi global, yang dipicu oleh krisis iklim dan gejolak geopolitik, membuat pendapatan mereka tak menentu. Bayangkan: mereka yang memproduksi kopi terbaik negeri ini justru paling rentan terdampak.

“Harga di pasar naik, tapi ongkos produksi kami lebih dulu naik,” kata seorang petani kopi di Kintamani.

Situasi ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan industri belum tentu diikuti oleh kesejahteraan di hulunya. Kita menikmati flat white dengan latte art yang cantik, tapi kadang lupa bahwa di baliknya ada tangan-tangan yang bekerja dalam ketidakpastian.

Jika industri kopi Indonesia benar-benar mau tumbuh berkelanjutan, maka rantai nilainya harus adil—dari petani hingga barista.
Dan mungkin, sebagai konsumen, kita bisa mulai dari hal kecil: kenali asal kopimu, cari yang transparan soal petaninya, dan dukung pelaku lokal yang peduli akan dampaknya.

Aroma kopi selalu mengundang kenyamanan,
tapi kenyamanan itu sebaiknya tidak datang dari ketimpangan.

Selasa, 08 April 2025

no image

Apa Bedanya Kopi Bubuk dan Kopi Biji Sangrai?

 Buat kamu yang baru mulai menjelajahi dunia kopi, pasti pernah bingung:

“Mending beli kopi bubuk atau biji sangrai, ya?”
Tenang, kita bahas dengan gaya santai.

1. 📦 Bentuk Dasarnya

  • Kopi Biji Sangrai:
    Ini adalah kopi yang sudah melalui proses roasting (sangrai), tapi belum digiling. Masih dalam bentuk biji utuh.

  • Kopi Bubuk:
    Biji kopi yang sudah digiling halus atau sedang. Siap seduh.

2. ⏳ Ketahanan & Kesegaran

  • Biji Sangrai lebih tahan lama.
    Karena permukaan kopi tidak langsung terpapar udara, aroma dan rasanya lebih awet.

  • Kopi Bubuk cepat kehilangan aroma.
    Begitu digiling, aromanya mulai menguap—jadi sebaiknya langsung digunakan.

3. ☕️ Fleksibilitas dalam Penyeduhan

  • Biji Sangrai = Bisa disesuaikan.
    Mau seduhan espresso, tubruk, atau V60? Kamu bisa atur tingkat kehalusan gilingan sesuai kebutuhan.

  • Kopi Bubuk = Praktis.
    Cocok buat yang nggak mau ribet, tinggal seduh langsung.

4. 🛠 Alat yang Dibutuhkan

  • Biji Sangrai:
    Perlu grinder (penggiling kopi). Tapi sekarang banyak grinder manual yang harganya terjangkau.

  • Kopi Bubuk:
    Langsung pakai air panas aja. Simpel!

5. 💡 Mana yang Cocok Buat Kamu?

  • Pilih kopi biji sangrai kalau kamu:

    • Suka eksplorasi rasa

    • Punya grinder atau ingin lebih fresh

    • Ingin kontrol penuh saat nyeduh

  • Pilih kopi bubuk kalau kamu:

    • Butuh praktis dan cepat

    • Belum punya grinder

    • Baru mulai belajar ngopi

🎯 Penutup

Apapun pilihanmu, yang penting kopi yang kamu minum fresh dan sesuai selera.
Kalau kamu butuh kopi bubuk atau biji sangrai berkualitas, Rumah Kopi Temanggung punya keduanya! 😉

Senin, 03 Juli 2023

Keunggulan Robusta Temanggung dibanding Robusta Dampit

Keunggulan Robusta Temanggung dibanding Robusta Dampit

Kami coba bertanya kepada ChatGPT, menurut data yang dimilikinya, apa kelebihan Robusta Temanggung jika dibandingkan dengan Robusta Dampit. Dan, beginilah robot itu menjawabnya.

Sebagai seorang AI yang dilengkapi dengan informasi seputar kopi, berikut adalah perbandingan keunggulan antara Robusta Temanggung dan Robusta Dampit:

  • Cuaca dan Tanah
Robusta Temanggung tumbuh di wilayah dengan ketinggian yang lebih tinggi daripada Robusta Dampit, sehingga memiliki suhu yang lebih dingin dan ketinggian yang lebih tinggi. Wilayah ini juga memiliki curah hujan yang lebih tinggi, yang dapat mempengaruhi kualitas biji kopi. Robusta Temanggung tumbuh di tanah vulkanik yang subur dan kaya akan mineral, sementara Robusta Dampit tumbuh di tanah dengan kandungan mineral yang lebih rendah.

  • Rasa dan Aroma
Robusta Temanggung memiliki rasa yang lebih kuat dan kompleks daripada Robusta Dampit, dengan aroma yang lebih tajam dan cenderung lebih pahit. Namun, ini juga tergantung pada faktor-faktor seperti cara biji kopi diproses dan dipanggang.

  • Harga
Harga Robusta Temanggung biasanya lebih tinggi daripada Robusta Dampit, karena kualitasnya yang lebih baik dan juga karena persaingan pasar yang lebih rendah.

Namun, perlu diingat bahwa selera dan preferensi pribadi juga dapat mempengaruhi pandangan seseorang tentang keunggulan suatu jenis kopi. Kedua varietas ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan hasil akhirnya tergantung pada preferensi Anda.

Selasa, 28 April 2020

Struktur Anatomi Buah (Ceri) Kopi

Struktur Anatomi Buah (Ceri) Kopi

Dari mana asalnya kopi yang kita teguk dengan nikmat ini? Anda mungkin tahu bahwa secangkir minuman berwarna coklat kehitaman ini dihasilkan oleh tenaman kopi. Buahnya yang merah (kebanyakan) pada saat matang memiliki struktur berlapis yang punya pengaruh besar terhadap rasa kopi yang kita seduh.

Biji yang kita sangrai, giling dan kita seduh berasal dari salah satu struktur buah. Tanaman kopi akan menghasilkan buah ceri, di dalamnya terdapat benih yang secara alami merupakan bakal tumbuhan kopi ini. Bagian benih inilah yang dimanfaatkan oleh manusia untuk membuat minuman penuh kenikmatan.

Secara alamiah pohon kopi akan terus tumbuh hingga mencapai 9 meter tingginya. Namun untuk kepentingan komersil, para petani akan memangkas tanaman kopi mereka. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses panen.

Setiap pohon tertutup oleh lebatnya dedaunan berwarna hijau yang tumbuh sepasang sepanjang cabang pohon. Pada cabang-cabang ranting inilah nantinya akan muncul bunga yang kemudian menjadi buah ceri. Kopi robusta butuh waktu hingga empat tahun sampai ia menghasilkan buah pertamanya, Kopi arabika lebih lama lagi.

Beda varietas akan menghasilkan buah ceri yang berbeda pula, baik dari segi warna, bentuk, ukuran, produktivitas, serta ketahanan terhadap hama dan faktor alam.

ANATOMI BUAH KOPI
Kulit ceri merupakan bagian terluar (exocarp) dari buah ceri. Warna hijaunya akan berubah menjadi merah, kuning, oranye, dan merah muda tergantung varietasnya.
Di bawah kulit ceri ada lapisan lendir (mesocarp) bagian dalamnya terdapat mucilage lapisan ini mengandung banyak gula (oligosakarida), senyawa penting dalam proses fermentasi.
Masuk terus ke bagian dalam kita akan mendapati endosperma yang dikenal secara umum sebagai green bean (biji hijau).
Bean umumnya berjumlah dua dalam satu ceri. Setiap bean dilapisi sebuah jaringan keras yang disebut perkamen (endocarp).
Lapisan perkamen ini biasanya dilepas melalui proses giling. Proses ini kemudian menghasilkan greenbean yang siap untuk proses selanjutnya, atau langsung dijual.
Green bean biasanya masih dilapisi oleh jaringan sklerenkim yang akan lepas pada saat proses sangrai.

Kadang-kadang di dalam buah ceri hanya terdapat satu keping biji berbentuk lebih besar dan membulat. Biji ini dikenal secara komersial dengan nama peaberry atau kopi lanang atau kopi jantan. Jumlahnya kurang lebih 5% dari total keseluruhan.
Peaberry terbentuk oleh keadaan alamiah, kegagalan pembuahan, kelainan endosperma, faktor cuaca juga dipercaya mempengaruhi terbentuknya biji tunggal ini. Karena keunikannya, peaberry punya rerata nilai ekonomis yang lebih tinggi daripada bean biasa.

Meskipun masih debatable bean  peaberry dipercaya punya rasa yang istimewa dan lebih manis, maka tak heran jika di pasaran dibandrol dengan harga yang lebih tinggi. Namun, ada juga yang menyebutkan penyebab terjadinya perbedaan rasa antara peaberry dengan kopi biasa adalah faktor bentuknya yang membulat, sehingga bisa bergulir sempurna di dalam drum roasting. Jadi, ada baiknya kopi peaberry ini dipisahkan dari biji kopi biasa untuk menjaga konsistensi dalam proses penyangraian.

SEJAUH MANA ANATOMI CERI PENGARUHI RASA KOPI?
Memulai proses paskapanen, kulit ceri biasanya dibuang atau dijadikan produk sampingan, yang paling populer adalah teh kulit kopi, lebih dikenal dengan sebutan teh cascara.

Mengupas kulit ceri bukan perkara mudah, beberapa metode diciptakan agar pengolahan kopi menjadi lebih efektif dan efisien. Beda metode, akan menghasilkan citarasa yang berbeda pula.
Misalnya, pada proses giling basah (Washed), kulit ceri dikupas dalam keadaan segar sebelum dikeringkan. Namun, pada proses natural, kulit ceri justru dibuang setelah proses pengeringan. Sedangkan pada proses honey diawali dengan mengupas kulit ceri, namun membiarkan lapisan mucilage turut mengering bersama bean.
Kandungan glukosa pada mucilage kemudian terserap ke dalam bean, menghasilkan bean yang lebih manis dengan body yang mantap.

Sesaat setelah ceri dipetik, buah kopi segera melakukan proses alamiah bernama germinasi. Proses ini membuat kandungan gula menjadi berkurang karena gula dibutuhkan saat germinasi. Germinasi mulai berhenti ketika proses pengeringan di mulai. Pengeringan pada proses natural terjadi lebih awal dibanding dengan proses washed. Makanya kandungan gula pada bean hasil proses natural lebih tinggi, tak heran natural punya citarasa yang lebih manis.

Proses basah (washed) cenderung lebih clean, rasa lebih konsisten, dan acidity yang tinggi. Sementara natural lebih menonjolkan body, sweetness, dan fruity.

Kandungan gula pada mucilage akan secara alami terfermentasi, baik pada proses basah maupun pada proses kering. Ketelitian dan ketepatan waktu dibutuhkan, karena jika meleset justru akan menghasilkan cita rasa yang tidak diinginkan.


Jadi, Anda lebih suka dry process (natural, honey) atau wet process (washed)?

Beli biji kopi atau kopi bubuk Robusta Temanggung, Arabika Prau Washed, Arabika Prau Natural, Arabika Prau Honey, Arabika Sumbing Wine, Arabika Sumbing Washed, Arabika Sumbing Natural, Arabika Sumbing Honey, Arabika Sindoro Washed, Arabika Sindoro Honey, Arabika Sindoro Natural. Green bean atau Roasted bean silakan kunjungi:
1. Beli Kopi di Tokopedia, ah!
2. Beli via WA admin, Aja?








  

Kamis, 23 April 2020

Mengapa Kopi Panas dan Dingin Punya Rasa Berbeda?

Mengapa Kopi Panas dan Dingin Punya Rasa Berbeda?

Cairan ajaib berwarna hitam, pekat, harum dan nikmat itu bernama kopi. Minuman ini secara mengejutkan punya kompleksitas rasa dan aroma yang tinggi. Tak perlu membandingkan dua jenis kopi yang berbeda. Bahkan, kopi yang sama pun jika diseduh dengan dua metode yang berbeda akan menghasilkan dua sensasi rasa yang tak sama.

Umumnya, kopi diseduh menggunakan air panas, dengan suhu berkisar 85-95 derajat celsius. Ada yang langsung menyeruput kopinya selagi panas dan mengepul, ada pula yang menunggunya dingin sempurna. Bukan tanpa alasan, ternyata kopi panas memiliki karakter rasa yang berbeda dengan kopi yang sudah dingin. Perbedaan rasa ini sebenarnya dapat terjadi karena adanya fluktuasi suhu yang memicu reaksi dengan senyawa kimia yang dikandung oleh kopi.

BAGAIMANA CARA MENIKMATI RASA DAN AROMA KOPI
Aroma kopi yang kita hirup berasal dari sekitar 1000 senyawa kimia yang cukup kompleks. dari sekitar 1000 senyawa itu, 40 diantaranya berkontribusi terhadap aroma dan rasa yang spesifik pada kopi.

Kebanyakan aroma ini muncul dan terbentuk saat proses roasting, senyawa kimia seperti gula, karbohidrat, dan nitrogen bereaksi akibat peningkatan suhu yang cukup signifikan. Saat proses penyangraian kopi, karamelisasi kandungan gula pada kopi pun terjadi, itu sebabnya beberapa kopi mempunyai rasa karamel pada seduhannya.

Proses pemanasan kopi juga memicu pelepasan senyawa-senyawa kimia ke udara kemudian ditangkap oleh indera pembau, kita mengenalnya sebagai aroma coklat dan buah-buahan.

Sementara reseptor rasa di lidah akan mengenali rasa asam, pahit dan manis saat seduhan kopi menyentuh permukaan lidah. Sensasi rasa dari aneka reaksi kimia ini kemudian diteruskan oleh sistem saraf menuju otak. Perpaduan aroma yang ditangkap oleh reseptor pembau di hidung dengan reseptor pengecap di lidah akan menstimulasi sistem olfactory di rongga hidung.

Tak hanya itu, kandungan gula, minyak, dan kafein juga bertanggungjawab terhadap rasa yang kita dapatkan. Asam klorogenat yang terkandung dalam greenbean kopi menghasilkan rasa pahit yang khas.

BAGAIMANA SUHU MEMPENGARUHI EKSTRAKSI KOPI
Bisa dibilang, proses ekstraksi ini cukup krusial dan paling berpengaruh dalam memunculkan rasa dan aroma kopi secara optimal. Penggunaan derajat panas saat menyeduh kopi memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan laju ekstraksi pada kopi. Itulah pentingnya penggunaan air panas saat menyeduh.

Saat Anda menyeduh menggunakan air panas akan semakin banyak molekul yang larut, menciptakan rasa kopi yang kompleks dan nikmat. Soal rasa yang dimaksud tentu saja adalah kombinasi dari sensor indra pengecap dan indera pembau.

Menyeduh kopi dengan air dingin tentu saja tetap bisa dilakukan, metode seduh dingin (cold brew) menggunakan air dengan kisaran suhu 22 derajat celcius hingga 5 derajat celcius dalam waktu beberapa jam.
Durasi yang panjang dikombinasikan dengan rendahnya suhu air menyebabkan senyawa gula dapat ter-ekstraksi secara sempurna. Tak heran jika kopi cold brew memiliki karakter sara manis yang dominan.

AROMA DAN RASA KOPI PADA SUHU TINGGI
Kopi sudah bisa mulai dinikmati pada rentang suhu 80 sampai 85 derajat celcius. Tapi tentu saja tergantung dari kekuatan lidah Anda dalam menoleransi suhu panas. Biasanya kebanyakan orang menikmati kopi panas pada suhu ini dengan menyeruput, sedikit demi sedikit.

Pada suhu 76 derajat celcius, aroma dan rasa mulai muncul. Kopi mulai meleas banyak senyawa kimia yang dapat ditangkap indera pada suhu segini. Kemunculan aroma paling optimal terjadi pada rentang suhu 70 sampai dnegan 60 derajat celcius. Pada suhu 70 derajat celcius, rasa pahit dan aroma pahit cenderung akan lebih dominan tertangkap oleh indera. Dan rasa pahit ini akan semakin terasa saat suhu kopi Anda turun ke angka 56 derajat celcius.

AROMA DAN RASA KOPI SAAT SUHU TURUN
Saat kopi dicangkir Anda mulai mendingin di bawah 50 derajat celcius, aroma perlahan hilang.   Suhu yang turun mengakibatkan kopi Anda tak lagi melepaskan pastikel aroma ke udara. Rasa pahit sedikit berkurang, perpaduan asam dan manis mulai muncul turut mendominasi minuman Anda.

Karakter rasa yang kompleks mulai muncul pada suhu 31-37 derajat celcius. Anda mulai akan menemukan rasa manis yang berpadu bersama fruity, Acidic, Floral, Herbal, dan Nutty. Inilah suhu ideal untuk menilai karakter rasa kopi yang Anda seduh. Rasa asam kemudian akan mendominasi saat suhu mulai jatuh di angka 25 derajat celcius.

Jadi apapun pilihan Anda, kopi panas atau kopi dingin, memberi dampak pada rasa dan aroma yang akan Anda nikmati.



 


 

Rabu, 22 April 2020

Cara Membaca dan Memahami Label di Kemasan Kopi

Cara Membaca dan Memahami Label di Kemasan Kopi

Anda ingin membeli kopi premium, tapi label yang memuat terlalu banyak informasi malah membuat Anda pusing, bagaimana cara agar Anda tak salah pilih? Kepada Anda kemudian ditawarkan dua kopi arabika, pertama Honey Arabika, kedua, Washed Arabika. Mana yang akan Anda pilih?

Tidak semua orang mengerti maksud dari info yang termuat dalam sebuah label kemasan kopi premium. Agar tak salah pilih, setidaknya Anda perlu tahu maksud dari informasi-informasi itu.

BLEND vs SINGLE ORIGIN
Kopi Single Origin artinya ia berasal dari satu daerah tertentu atau dari kebun tertentu. Sedangkan Blend adalah campuran dari minimal dua single origin. Ada juga kopi micro lot yang merujuk pada cakupan yang lebih kecil dan lebih spesifik, ia bisa berasal dari salah satu bagian di kebun tertentu.

Lalu kenapa kita harus membagi-bagi kopi seperti ini? Satu hal yang perlu diingat, tak ada wilayah yang menghasilkan kopi dengan karakteristik sama dengan daerah lain. Beda ketinggian, pohon naungan, dan proses paskapanen akan mempengaruhi rasa dan aroma kopi. Maka tak heran jika kopi Arabika Sumbing rasanya beda dengan Kopi Arabika Prau.

Sedangkan kopi blend adalah hasil eksperimen seorang roaster dalam mencari karakter rasa baru dari campuran beberapa kopi single origin. Biasanya kopi blend banyak ditujukan untuk seduhan berbasis espresso.

LEVEL ROASTING
Ada beberapa istilah yang sering dipakai: Light, Light to Medium, Medium, Medium Plus, Medium to Dark, Dark, Vienna, City Plus, Blonde, dll.
Roasting adalah salah satu proses untuk memaksimalkan rasa dan aroma biji kopi agar sesuai dengan keinginan. Kegagalan roasting akan menghasilkan kopi yang mengecewakan indra perasa, jika kurang 'matang' kopi akan cendrung grassy dan sour. Sebaliknya, jika terlewat 'matang' (over roasted) kopi menjadi bitter, smoky, dan tentu saja tidak enak.

  • Light Roast atau Cinnamon, Blonde, City; level roasting ini biasanya memiliki ciri khas menonjol aroma dan rasa fuity serta acidic.
  • Dark Roast atau Vienna, Light French; level roasting yang tidak disukai oleh para penikmat kopi spesialty, karakter rasa yang dominan pahit, dengan bold body  mempunyai reputasi buruk di lidah mereka. 
  • Medium Roast atau Full City; bisa dibilang ini level menengah, ada diantara light dan dark roast. Biasanya karakter alami dari kopi specialty akan optimal di level roasting ini, 
PROSES PASKAPANEN
  • Wet/Washed: Buah kopi (cherry) dikupas kulit dan daging buahnya mengan menggunakan bantuan air, biji kopi kemudian dipisahkan dan dikeringkan. Pada proses ini cendrung tak ada proses penambahan rasa pada biji kopi, karakter biji kopi benar-benar alami bawaan.
  • Dry/Natural: Cherry utuh dijemur di bawah sinar matahari, dibiarkan mengering secara perlahan. Proses ini menghasilkan karakter kopi yang manis dan fruity. Namun jika tak hati-hati, proses natural yang gagal justru merusak rasa kopi. Metode ini juga lebih ramah lingkungan.
  • Honey: Biji kopi dikeringkan setelah dikupas lapisan luarnya, namun lapisan bagian dalam tetap dibiarkan menempel dan mengering bersama biji kopi. Hasilnya, rasa manis yang menonjol dan nikmat.
SPESIES DAN VARIETAS
Tanaman kopi tak semuanya sama, ia terdiri dari beberapa spesies dengan varietas yang beragam. Perbedaan varietas akan menghasilkan citaras yang berbeda satu dengan lainnya. Specialty coffee merujuk pada jenis arabika dengan kualitas terbaik. Kopi jenis Arabika dikenal memiliki rasa dan aroma yang kaya. Jenis populer lainnya kita mengenal Robusta yang memiliki kandungan kafein dua kali lipat dari Arabika. Jenis lainnya ada Liberika yang tak begitu populer.

Beberapa contoh varietas kopi: Cattura, Catuai, Bourbon, Geisha, Pacamara, Maragogype, dan banyak lagi lainnya. Bourbon misalnya dikenal memiliki rasa manis yang dominan. Sementara Geisha memiliki karakter ringan yang cenderung mirip teh, dengan aroma melati dan punya citarasa yang kompleks.

KETINGGIAN/ALTITUDE
Beberapa kemasan kopi mencantumkan ketinggian atau altitude (alt) di mana kopi ini tumbuh. Biasanya diukur dalam bentuk m.a.s.l (metres above sea level). Menurut sebagian orang ini penting untuk diketahui. Karena perbedaan ketinggian (merujuk pada suhu yang lebih rendah) akan mengakibatkan perbedaan karakter rasa yang dibawa. Semakin tinggi level altitudenya (semakin rendah suhu) akan menghasilkan citarasa kopi yang semakin kaya.

Namun tentu saja yang perlu diingat, kandungan hara tanah, perbedaan iklim, curah hujan, angin, dan paparan sinar matahari juga menjadi faktor penentu citarasa kopi, itu sebabnya Kopi Arabika Sindoro, Kopi Arabika Sumbing, dan Kopi Arabika Prau juga berbeda secara mencolok meski mereka banyak memiliki kemiripan dari segi geografis.

Ingin merasakan kaya dan nikmatnya kopi dari ketinggian pulau Jawa, Anda bisa langsung transaksi melalui:
Belanja Arabika Temanggung Kualitas Terbaik di Tokopedia, atau
Order Robusta Temanggung Kualitas Premium juga bisa melalui WA Rumah Kopi Temanggung.
Menyingkap Rahasia 'Roasting Dates' di Kemasan Kopi

Menyingkap Rahasia 'Roasting Dates' di Kemasan Kopi

Selamat datang di era Kopi Gelombang Ketiga (Third Wave Coffee), di era ini para peminum kopi menjadi lebih tertarik terhadap kopi yang mereka minum, secara detail. Fenomena itu direspons oleh produsen dan pemain kopi dengan menyediakan segamblang mungkin identitas kopi yang mereka jual.  Salah satu info yang hampir selalu dicantumkan pada kemasan kopi adalah "Roasting Dates". Namun, benarkah tanggal roasting begitu penting dan apa saja yang bisa kita gali dari tanggal kramat itu?


Tanggal Roasting Bukan Segalanya
Satu hal yang pasti, tanggal roasting bukan jaminan kopi yang Anda beli pasti enak. Saat memilih kopi yang ingin Anda beli tentu saja Anda akan cendrung mengambil yang paling fresh. Tapi tanggal roasting tak memberi jaminan apa-apa, ia tak berbanding lurus dengan kualitas kopi di dalam kemasannya.

Apa Arti Kopi Fresh yang Sebenarnya?
Banyak diantara pembeli kami meminta kopi yang baru di-roasting pada hari yang sama, mereka ingin kopi yang mereka beli benar-benar fresh. Beberapa dari mereka bahkan menolak kopi yang telah kami kemas karena telah berusia 4-7 hari. Menurut mereka kopi yang baik tak lebih dari 24 jam setelah roasting, atau paling lama 3 hari. Setelah itu tak lagi segar.

Tanggal Roasting Ideal?
Begini cara memilih tanggal roasting yang ideal, Anda harus memastikan kopi yang Anda beli akan habis selama seminggu, jangan menyimpan lebih lama. Nah, sebaiknya Anda memilih kopi yang telah di-roasting 3-5 hari yang lalu, untuk memberi waktu roasted bean melewati proses degassing.
Menurut pengalaman banyak pencinta kopi, rentang waktu 8-21 hari sejak tanggal roasting adalah yang paling ideal.

Lebih Fresh, Tak Selalu Lebih Baik
Tentu saja anggapan lebih fresh adalah lebih baik tak sepenuhnya salah. Pemahaman ini muncul karena kesalahpahaman. Mulanya, roastery mencantumkan roasting dates alih-alih tanggal kedaluarsa (expired dates). Namun, lama-lama tertanam di benak pembeli semakin fresh semakin baik.

Padahal faktanya tak selalu seperti itu, kami pernah menemukan kopi yang telah diroasting sebulan yang lalu, namun rasanya tak ada bedanya dengan dua minggu sebelumnya. Terkadang kami juga mendapati kopi yang telah berubah rasa dan menurun kualitasnya sebelum dua minggu. Maka ukuran waktu tak bisa menjadi patokan yang ajeg. Banyak sekali faktor yang turut mempengaruhi kualitas kopi.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Nah, jika membicarakan kopi maka mau tak mau kita harus mengikutsertakan hal-hal lain yang menyertai perjalanan biji kopi hingga masuk kemasan. Salah satunya faktor Roastery, penentuan profile roasting, metode roasting,  itulah yang membuat kopi menarik, ia unik, nyaris tak ada yang identik. Beberapa kopi dengan gaya panggang tertentu memungkinkan kopi tetap enak dikonsumsi pada 14 hingga 30 hari dari tanggal roasting. Yang lain mungkin bisa lebih pendek atau lebih panjang umurnya. Sehingga sangat sulit untuk mengklaim kopi melampaui tanggal penggunaannya atau terlalu segar sampai Anda benar-benar mencicipi rasanya.

Jika ragu, tanyakan pada barista atau roaster Anda. Mereka akan selalu memberi Anda saran terbaik tentang kopi tertentu.

Ada yang masih ingin Anda tanyakan?
Mencari Robusta Temanggung Fresh Roasted?
Klik WA
wa.me/6282220040944

Selasa, 21 April 2020

Tips Mudah Menyimpan Kopi di Rumah

Tips Mudah Menyimpan Kopi di Rumah

Sore ini Kopi yang Anda pesan online baru saja Anda cicipi, Kopi terasa enak dan fresh, maklum kopi ini baru beberapa hari yang lalu di-roasting. Kopi memang terasa paling enak saat fresh seperti ini. Tapi, bagaimana agar kopi tersebut dapat bertahan seperti itu?

Mengapa Penyimpanan Kopi Begitu Penting?
Tak hanya sayuran, keju, atau makanan favorit Anda saja yang harus disimpan dengan baik untuk menjaga kesegarannya. Kopi juga butuh perlakukan khusus, agar aroma dan rasanya tak banyak berubah.

Sama seperti bahan makanan dan minuman lain, kopi dapat menjadi basi seiring waktu. Semakin sering teroksidasi maka semakin cepat kopi menjadi rusak. Aroma hilang, bahkan berganti. Rasa tak lagi nikmat. Rasa dan aroma inilah yang membuat kopi enak. Jadi, ketika keduanya berkurang karena terpapar oksigen, Anda hanya akan menemukan secangkir kopi tak beraroma dan lesu. Namun, ketika disimpan dengan benar, Anda bisa memperpanjang usia penyimpanan.

Cara Menyimpan Kopi di Rumah
Setidaknya ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesegaran kopi di rumah.

1. Periksa Tanggal Roasting
Anda tentu tak ingin membeli kopi yang sudah expired. Jadi pastikan kopi yang Anda beli di-roasting tak lebih dari 14 hari. Kopi cenderung kehilangan aroma dari waktu ke waktu, maka semakin fresh kopi yang Anda miliki, semakin baik.
Namun Anda perlu ingat, kopi membutuhkan waktu untuk proses resting dan degassing. Anda paling tidak harus menyimpan selama 7 hari untuk memberikan roasted bean cukup waktu hingga siap untuk diseduh.
Selama proses pemanggangan, berbagai gas terbentuk dalam bean kopi, termasuk salah satunya karbondioksida. Gas karbondioksida ini akan terus dilepaskan setelah proses roasting, proses inilah yang disebut degassing.
Jika Anda ingin menyeduh menggunakan filter, Anda bisa menyeduh kopi beberapa hari setelah di-roasting. Jika Anda berencana membuat secangkir espresso, maka disarankan untuk menunggu setidaknya tujuh hari setelah tanggal roasting.
Jika Anda ingin menikmati rasa terbaik dari secangkir kopi, jangan biarkan kopi Anda melewati 30 hari sejak tanggal roasting. 


2. Kurangi Paparan Oksigen
Kontak dengan udara, khususnya dengan oksigen, akan membuat kopi basi lebih cepat. Jadi, mengurangi kontak dengan udara adalah cara terbaik menyimpan kopi.
Salah satu cara yang bisa Anda gunakan adalah dengan tetap menyimpan di kemasan bawaannya.
"Saya biasanya menyimpan kopi dalam kemasan bawaannya jika ia memiliki ziplock, jika tidak saya akan memindahkan ke wadah lain," kata Nisan Aga, Juara Turki barista 2016, 2017, dan 2019.
Ziplock akan mencegah oksigen memasuki kemasan. Jika Anda menyimpan kopi di kemasan bawaan yang memiliki ziplock pastikan udara dalam kemasan sudah Anda keluargan. Dengan cara ini, kontak udara dengan kopi dapat dikurangi. Selain itu, pastikan tempat penyimpanan tak terkena cahaya matahari secara langsung.

3. Simpan Kopi Anda di Tempat yang Tepat
Kelembaban, cahaya, dan panas semuanya berkontribusi membuat kopi basi. Jadi, kopi perlu disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan gelap.

4. Beli dalam Jumlah Sedikit & Giling Sendiri
Membeli dengan jumlah yang tak berlebihan untuk memastikan Anda tak membutuhkan penyimpanan dalam waktu lama. Sementara bean utuh jauh lebih baik dibanding kopi bubuk. Penggilingan memperluas permukaan biji, dan mempercepat reaksi oksidasi, sehingga kesegaran kopi lebih cepat berkurang.


Jika Anda mencari kopi fresh roasted Kunjungi toko kami di Tokopedia
Cupping Tak Sekadar Menyeruput Kopi dan Menilai Rasa

Cupping Tak Sekadar Menyeruput Kopi dan Menilai Rasa

Sumber: Chicagotribune.com
Cupping adalah kunci bagi siapa pun yang ingin membeli, menjual, atau me-roasting kopi. Cupping dilakukan untuk mengindera, mengidentifikasi profil, cacat greenbean dan proses roasting. Cupping bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk membeli, dan menentukan metode pertanian serta profile roasting yang tepat.

Lalu, bagaimana proses cupping yang baik sehingga ia dapat dijadikan acuan untuk menilai kualitas kopi?

Singkatnya komposisi mineral dari air dan suhunya, serta jumlah benda dan zat asing di dalam kopi bubuk, lalu variasi dalam metode roasting, bahkan suhu ruang dapat mempengaruhi akurat tidaknya sesi cupping. Jika Anda abai memperhatikan faktor-faktor ini akan membuat Anda bekerja dengan data yang tidak dapat diandalkan.

Variabel 1: Kualitas Air
Komposisi mineral dan sifat fisik serta kimiawi air menjadi salah satu faktor penentu. Tidak hanya menentukan rasa tapi juga menentukan tingkat ekstraksi bubuk kopi.

Pedoman cupping SCA menyatakan bahwa air harus "bersih dan bebas bau, tetapi tidak disuling."

Variabel 2: Suhu Air
Menurut SCA, air harus dalam suhu sekitar 200ºF / 93ºC saat dituangkan ke bubuk kopi. Mengontrol ini, tentu bukan perkara gampang. lebih rumit dari yang dibayangkan.
Sumber: brewminate.com
Anda harus memastikan peralatan yang Anda gunakan menawarkan presisi dan stabilitas suhu. Masalah lain yang adalah hilangnya suhu karena kontak dengan udara. Maka Anda perlu memastikan menuangkan air secepat mungkin untuk meminimalkan kontak air dengan udara.

Variabel 3: Roasting
Perhatikan perlakuan terhadap sampel yang akan di-cupping, degassing, resting, juga kondisi penyimpanan sampel. perhatikan juga profile roasting dari kopi yang disiapkan.

Variabel 4: Grind Size
Bisa dibilang ini adalah standar yang paling sulit untuk dikejar agar sesuai standar Internasional. Namun, setidaknya bisa didekati. Perhatikan kualitas penggiling dan gunakan alat-alat seperti saringan untuk memastikan konsistensi.

Protokol SCA mensyaratkan sampel kopi harus ditimbang dalam keadaan biji utuh dan digiling tidak lebih dari 15 menit sebelum infus. SCA merekomendasikan bahwa setidaknya lima gelas dari masing-masing sampel disiapkan untuk mengevaluasi keseragaman sampel.

Waspadai potensi kontaminasi pada penggiling, pastikan tak ada sisa dari biji kopi lain.

Sumber: coffee-mind.com
Variabel 5: Proses
Pengulangan penting untuk mengukur konsistensi, dan dengan proses yang ketat akan membantu Anda memperoleh hasil yang optimal.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang cupper:
  • Lakukan break dalam tiga kali adukan perlahan, agar tak terlalu mempengaruhi ekstraksi.
  • Buang bubuk kopi mengapung tanpa mengaduk hingga ke dasar cangkir.
  • Bilas sendok dengan air bersih dan keringkan ujungnya setelah menghirup untuk meminimalkan kontaminasi silang antar sampel.
  • Tetap diam selama sesi cupping agar tidak mempengaruhi pendapat orang lain atau hanya mengganggu mereka. 
Variabel 6: Cuppers
Bagaimana pun jam terbang adalah penentu. Tim yang sudah terlatih adalah kunci untuk standardisasi. Namun, tentu saja ini juga merupakan variabel yang sulit dikontrol, pada akhirnya perbedaan penginderaan akan tetap terjadi tergantung pada pengalaman dan interpretasi terhadap rasa serta aroma.

Untuk produsen dan roaster, ada baiknya melatih tim bersama dan juga mencicipi buah-buahan, rempah-rempah, dan makanan lain yang biasa digunakan sebagai referensi.Ini penting dilakukan untuk latihan kalibrasi seperti membandingkan pendapat mereka saat cupping kopi yang sama.

Jadi, latihan cupping sesering mungkin, perhatikan dan catat profile roasting, eksperimen dengan berbagai grind size, dan pertahankan kualitas serta suhu air. Upaya ini akan membuahkan hasil tentu saja.
4 Variabel Penentu Hasil Roasting

4 Variabel Penentu Hasil Roasting


Salah satu faktor penting penentu kualitas kopi yang Anda minum ada di tahapan roasting (memanggang). Namun memanggang kopi bukanlah perkara mudah, banyak faktor yang mempengaruhi kualitas kopi hasil sangrai.

Setidaknya ada empat variabel dasar penentu kualitas biji kopi yang Anda sangrai. Variabel-variabel itu secara umum adalah waktu, suhu, dan aliran udara (air flow), dan yang paling penting adalah bagaimana Anda sebagai roaster bisa mengendalikan faktor-faktor penentu tersebut..

Variabel # 1: Suhu Awalan

Penting diperhatikan adalah suhu drum roaster sesaat sebelum Anda menuangkan greenbean ke dalam drum pemanggang. Suhu Awalan ini biasanya ditunjukkan oleh indikator termometer yang terpasang pada roaster. Tinggi rendahnya suhu Awalan menjadi penentu hasil panggangan Anda. Temperatur yang terlalu rendah dapat memengaruhi perkembangan bean, membuatnya menjadi flat dan bantat. Suhu yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan bean hangus.

Sumber: Eightysevenplus.com
Tidak ada suhu awal yang pasti, ukuran batch raoster Anda dan suhu ruang juga turut memberi pengaruh. Anda hanya butuh terus bereksperimen hingga menemukan karakter yang pas untuk kopi yang Anda panggang dan hasil yang Anda inginkan.Semakin Anda mengenal karakter mesin roaster yang Anda gunakan akan semakin piawai Anda dalam menentukan tingkat suhu awalan yang akan dipakai.

Selain itu, density (kepadatan), umur, dan proses paskapanen biji kopi juga berpengaruh dalam menentukan suhu awalan yang ideal.

Bean yang lebih segar (baru panen) misalnya, membutuhkan suhu awalan yang lebih rendah. Greenbean dengan density yang tinggi membutuhkan suhu awalan yang juga tinggi. Dan greenbean dengan natural process membutuhkan suhu yang lebih rendah dibanding greenbean dengan washed process. Ini karena greenbean yang diproses secara natural memiliki konsentrasi gula yang lebih tinggi di dalamnya, membuatnya lebih mudah terbakar.

Variabel # 2: Suhu Sangrai
Saat proses sangrai dimulai, Anda harus terus memantau kenaikan suhu drum panggang. Jika Anda membiarkan suhu terlalu tinggi greenbean tidak memiliki cukup waktu untuk berkembang secara sempurna. Ia akan dipaksa matang secara cepat. Hingga rasa dan aroma kopi tak sempat terbentuk dengan baik, Anda akan mendapati hasil roasting yang flat dan tidak enak. Cobalah untuk menurunkan tekanan (sumber panas) sebelum first crack atau pun saat terjadi first crack untuk memaksimalkan ROR (Rate of Rise).
Sumber: Eightysevenplus.com

Variabel # 3: Aliran Udara (Air Flow)
Meski terkesan sepele, aliran udara saat proses sangrai memegang peranan penting. Ia bertugas meningkatkan suhu dalam drum panggang, membuang asap, sekam dan partikel lain yang dapat merusak rasa kopi. Variabel ini perlu dikendalikan dengan hati-hati, karena terlalu banyak aliran udara selama pemanggangan dapat melepaskan biji dari kelembaban yang dibutuhkan untuk pembentukan rasa manis.

Sumber: eightysevenplus.com
Variabel # 4: Waktu Sangrai
Kita perlu memberi waktu yang cukup pada bean untuk optimal berkembang selama proses roasting. Kompleksitas rasa dan aroma ditentukan seberapa tepatnya seorang roaster mengelola waktu penyangraian. Terlalu cepat akan menghasilkan roasted bean  bantat dan cenderung hangus. Sementara jika terlalu lama akan menghilangkan acidity.  Atau jika Anda ingin menonjolkan rasa manis dan karamel kopi, Anda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memberi kesempatan sukrosa berubah menjadi karamel.

Roasting kopi sebenarnya akan sangat tergantung pada banyak faktor, karakter mesin roaster, bean yang digunakan, profil rasa yang diinginkan akan mempengaruhi bagaimana seorang roaster menyangrai kopinya. Hingga seharusnya memang tak ada yang baku. Masing-masing punya cara dan signature-nya sendiri.

Mencicipi dan melacak upaya pemanggangan Anda dan variabel-variabelnya akan menjadi proses yang berkelanjutan. Namun, setiap batch kopi yang Anda perlakukan dengan cara ini akan membawa Anda lebih dekat untuk menguasai mesin Anda dan meningkatkan keterampilan memanggang Anda.

Jika ingin merasakan kopi nikmat tanpa harus ribet memanggang, Rumah Kopi Temanggung bersedia menyediakannya untuk Anda. kontak saja wa.me/6282220040944

Senin, 20 April 2020

Ini 12 Perbedaan Kopi Robusta Dibanding Kopi Arabika

Ini 12 Perbedaan Kopi Robusta Dibanding Kopi Arabika

Kopi Arabika dan kopi Robusta menempati posisi teratas sebagai kopi paling populer, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Inilah 12 perbedaan kopi Robusta jika dibandingkan dengan kopi Arabika.

  1. Robusta melakukan penyerbukan silang. Bunga robusta yang biasanya mekar di awal musim kemarau melakukan penyerbukan silang, sementara Arabika tidak.
  2. Lebih cepar dewasa. Hanya butuh waktu dua tahun bagi Robusta untuk mulai berbunga, Arabika lebih lama, ia mulai berbunga setelah berusia sekitar empat tahun.
  3. Kandungan kafein lebih tinggi. Kandungan kafein pada Robusta dua kali lipatnya Arabika.
  4. Karakter rasa yang berbeda. Robusta cenderung bitter, sementara Arabika dominan asam. Secara umum biasanya Robusta dikenali dengan karakter rasanya yang earthy, grainy,  ada sensasi rasa kayu terbakar, serta aftertaste yang nutty. Sementara arabika biasanya didominasi aroma dan rasa buah-buahan, sayur, dan rempah.
  5. Lebih tangguh. Tanaman robusta lebih tangguh, tahan suhu tinggi, dan lebih baik di bawah sinar matahari langsung. Karena kandungan kafein dan asam klorogenat yang lebih tinggi - robusta juga lebih tahan hama penyakit daripada arabika.
  6. Menghasilkan lebih banyak. Tanaman robusta menghasilkan lebih banyak kopi per hektar daripada arabika.  
  7. Biaya lebih murah. Robusta lebih tahan hama, buah matang lebih cepat, dan menghasilkan cherry lebih dari arabika. Faktor-faktor ini membuatnya lebih gampang dibudidayakan. Dengan karakter rasa yang cenderung tak terlalu disukai, membuat harganya jauh lebih murah. Beberapa brand ternama hanya menggunakan robusta sebagai campuran untuk kopi blend.
  8. Ukuran bean yang berbeda. Bean Robusta biasanya lebih kecil (meski tak selalu), lebih tebal dan lebih bulat dari biji arabika. Robusta juga sedikit lebih gelap saat mentah.
  9. Lebih muda. Robusta "ditemukan" sekitar 100 tahun setelah arabika, membuatnya lebih muda di pasar dunia.
  10. Daun lebih besar. Daun tanaman kopi robusta lebih besar dari tanaman arabika.
  11. Tumbuh di belahan bumi timur. Robusta banyak dibudidayakan di belahan bumi timur, sedangkan arabika banyak tumbuh di Amerika Selatan 
  12. Jumlah kromosom lebih sedikit. Robusta memiliki 22 kromosom, arabika memiliki 44.
Jadi, kamu #TimRobusta atau #TimArabika?  

Sabtu, 21 Maret 2020

Resep Es Kopi Susu Kekinian, Mudah Buat di Rumah

Resep Es Kopi Susu Kekinian, Mudah Buat di Rumah


Sumber: enjoyjava.com
Es Kopi Susu Kekinian sudah lama menjamur di mana-mana. Peminatnya banyak, es kopi susu kekinian populer karena mampu menjangkau berbagai kalangan. Bahkan, orang-orang yang tadinya tak terlalu suka ngopi, ikut ketagihan.

Di gerai-gerai es kopi, secangkir es kopi susu ini biasanya dihargai cukup tinggi. Padahal sebenarnya, membuat es kopi susu sangat mudah, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Anda hanya membutuhkan tiga bahan utama, kopi, susu, dan gula aren dan tentu saja kemauan.

Oya, di bawah ini kami sajikan langkah-langkah membuat es kopi susu kekinian. Anda bisa mengikuti sesuai instruksi atau memodifikasi sesuai selera Anda.

Bahan-bahan Es Kopi Susu:

1. Ekstrak kopi 40 ml, biasanya menggunakan espresso, atau cold brew coffee. Cara mudah membuat Cold Brew Coffee klik di sini.
2. Sirup Aren 20 ml, Anda bisa membelinya di Bukalapak. Atau Anda juga bisa menggunakan gula aren.
3. SKM 20 ml, merk bebas.
4. Fresh milk 60 ml, merk bebas.
5. Sisanya tambahkan es batu hingga berat total menjadi 200ml-250ml.

Segelas Kopi Susu Sirup Aren siap Anda nikmati, apalagi saat cuaca panas. Segar!

Tips:
Langkah membuat cairan gula, jika tak ada sirup aren.

1. Tuangkan irisan gula aren, air, dan daun pandan ke dalam panci kecil. Aduk hingga tercampur rata.
2. Rebus hingga mendidih dengan sesekali mengaduknya.
3. Angkat dan dinginkan cairan gulanya.
4. Tuangkan cairan gula ke dalam wadah dan jangan lupa membuang daun pandan.

Bedanya Sirup Aren dan Gula Aren.
Sirup Aren berasal dari pemanasan nira aren dengan teknik khusus sehingga kandungan air hilang, namun cairan tidak mengkristal menjadi gula. Rasanya lebih gurih dan manis, biasanya selain untuk pemanis minuman, bisa juga jadi pengganti sirup maple untuk melumeri waffle. Dan tentu saja sehat, karena bersifat alami. Mudah diserap tubuh dan dikonversi jadi energi.

Cara Mudah Membuat Kopi Cold Brew di Rumah

Cara Mudah Membuat Kopi Cold Brew di Rumah


Sumber: enjoyjava.com
Anda mau coba membuat sendiri kopi seduh dingin (cold brew coffee)?  Metode seduh yang kekinian ini ternyata bisa dengan mudah dibuat di rumah. Di bawah ini ada panduan gampang membuat cold brew coffee, termasuk rasio, keuntungan, dan beberapa tips yang bisa Anda gunakan.

Di kafe-kafe, harga segelas atau sebotol cold brew coffee, biasanya lebih mahal daripada segelas es kopi. Hal ini bisa disebabkan lamanya waktu untuk membuat cold brew coffee. Tak sekadar ikut-ikutan trend, cold brew coffee ternyata memang menarik untuk diikuti.

Meski harganya lebih mahal daripada es kopi, ternyata membuatnya tidaklah sulit. Jadi sebenarnya Anda bisa membuatnya sendiri di rumah.

Satu-satunya pengorbanan yang Anda butuhkan hanyalah waktu, Anda membutuhkan setidaknya 12 sampai 24 jam untuk membuat cold brew coffee.

Sumber: enjoyjava.com
Kabar baik lainnya, Anda sama sekali tak memerlukan alat khusus, semua bisa dibuat dengan alat-alat yang ada di dapur Anda.

Resep Membuat Cold Brew Coffee

1. Siapkan toples kaca atau alat seduh kopi French Press, masukkan bubuk kasar kopi dengan perbandingan 1:4 atau 1:5. 1 bagian bubuk kopi dengan 4 atau 5 bagian air. Jangan lupa gunakan air dingin (suhu ruang).
2. Tuangkan air keseluruh permukaan bubuk kopi.
3. Tutup permukaan toples menggunakan plastik tipis untuk memastikan tak ada serangga yang dapat masuk kedalamnya. Masukkan ke dalam lemari es, diamkan selama 12-24 jam.
4. Saring Cold Brew Coffee untuk memisahkan bubuk kopi dengan konsentrat kopi yang dihasilkan. pastikan saringan yang Anda gunakan cukup bersih, kerapatannya cukup dan tidak berbau.
5. Taruh konsentrat ke dalam wadah bersih, lebih baik botol kaca.
6. Nikmati Cold Brew Coffee dengan menambahkan air mineral atau susu segar dengan perbandingan 1:1.

Sumber: enjoyjava.com
Tips Membuat Cold Brew Coffee

1. Pilih kopi yang tepat, kami menganjurkan Anda untuk memilih kopi yang memiliki karakter manis, Anda bisa mencoba Kopi Arabika Temanggung Honey atau Kopi Arabika Wine. Untuk membuat es kopi sebaiknya Anda menggunakan Kopi Robusta Temanggung Natural atau Kopi Robusta Temanggung Wine.

2. Gunakan bubuk kasar (coarse), ini mempermudah Anda saat melakukan penyaringan. Tapi Anda tetap dapat menggunakan bubuk medium jika Anda suka.

3. Rasio, gunakan perbandingan 1:4 atau 1:5 jika Anda ingin membuat konsentrat kopi yang pekat. Namun, jika Anda suka Anda juga bisa mencoba perbandingan 1:7 dan 1:8.

Beli Robusta Temanggung Natural via Tokopedia
Beli Robusta Temanggung Wine via Tokopedia
Beli Arabika Temanggung Honey via Tokopedia
Beli Arabika Temanggung Wine via Tokopedia